|
Proceeding Kongres Pancasila |
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 29 July 2009 07:27 |
|
Penerbitan Buku Kongres Pancasila, Pancasila dalam Berbagai Perspektif ini penting sebagai bagian dari ikhtisar untuk meneguhkan, mereaktualisasikan dan merevtalisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai filosofishe grondslag dan common platforms atau kalimatun sawa' dalam menyelenggarakan negara dan dalam kehidupan masyarakat. Pada dasarnya Pancasila dapat ditafsirkan, dipahami dan diamalkan secara benar dalam konteks ke-Indonesia-an dan kekinian. Sehingga spirit dan nilai-nilai Pancasila akan memberi ruh pada segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ingin mendapatkan buku "Kongres Pancasila" segera hubungi
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
untuk keterangan lebih lanjut.
|
|
|
Seandainya Setiap Orang Indonesia Merdeka |
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 27 January 2009 02:46 |
|
Seandainya Setiap Orang Indonesia Merdeka
Sejumlah pengertian, gagasan dan interpretasi dilontarkan oleh masing-masing penulis trhadap tema umum kebangkitan nasional yang diperingati secara luas pada tahun ini (2008). Secara kebetulan, tulisan yang terkumpul mewakili latar belakang akademis yang cukup bervariasi mulai dari ilmu filsafat, ilmu politik, sosiologi, ilmu pemerintahan dan ilmu hukum. Para penulis telah diberi kebebasan yang seluas-luasnya untuk menuangkan gagasan dalam bingkai tema besar kebangkitan nasional dari sudut pandang dan pengalaman akademisnya masing-masing. Para pembaca dapat menemukan sejumlah poin yang menarik, yang barangkali masih akan menjadi bahan pembicaraan dimasa-masa yang akan datang, menyangkut makna 100 tahun kebangkita nasional
|
|
Pancasila Dasar Negara |
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 15 December 2008 03:01 |
|
Pancasila Dasar Negara Kursus Presiden Soekarno tentang Pancasila
Prinsip-prinsip Pancasila bersifat begitu umum dan begitu luas. Dampak dari sifat umum dan luas tersebut membuat Pancasila menjadi kabur, hingga menimbulkan problem penafsiran. Sifat Pancasila yang begitu umum dan luas serta kabur ini, sesungguhnya merupakan kekuatan; karena dengan sifat-sifat tersebut, Pancasila dapat merangkul seluruh kelompok masyarakat. Akibat lainnya, Pancasila senantiasa memiliki ruang bagi bermacam interpretasi. Hal ini sangat penting bagi bangsa yang sangat majemuk seperti Indonesia.
Pancasila perlu dikembangkan dengan cara yang berbeda dari pendekatan yang sudah dikembangkan di masa lalu. Salah satu tantangan yang harus kita hadapi adalah mengembangkan Pancasila menjadi "Kebenaran yang hidup" ( a living truth), yaitu bagaimana agar Pancasila tidak menjadi dogma, atau menjadi ajaran yang mati. Ingin mendapatkan buku "Pancasila Dasar Negara" segera hubungi
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
untuk keterangan lebih lanjut.
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 04 December 2008 03:54 |
|
Pancasila dan Islam
Editor: Erwien Kusuma dan Khairul
Kata Pengantar: Prof. Jimly Asshiddiqie, SH Seorang anggota Parlemen negara asing bertanya baru-baru ini: "Bagaimana Anda bisa menyebut negara Anda bukan negara agama ketika prinsip pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa?" Sebuah pertanyaan yang tidak asing, bahkan perdebatan mengenai hal ini telah terjadi sejak Indonesia belum merdeka. Perdebatan antara Muhammad Natsir dan Roeslan Abdulgani merupakan perwakilan dari perdebatan tentang visi negara yang berbasis agama atau tidak. Bahkan perdebatan ini masih berlangsung hingga kini setelah 63 tahun kemerdekaan Indonesia dan ketika desakan beberapa kalangan membangun negara berbasis agama meningkat. Selain persoalan bentuk negara yang agamis atau nasionalis, membaca buku ini membuat kita berefleksi tentang kapasitas bangsa. Setelah 63 tahun Indonesia merdeka, kapasitas bangsa untuk menjalankan demokrasi masihlah minim. bahwa tiap tokoh yang mewakili bangsa dimasa itu memiliki dan memegang teguh prinsip demokrasi. Sebuah prinsip yang mengutamakan kesetaraan dalam keragaman, dialog dan konsesus. Prinsip yang mengakui bahwa keragaman bangsa adalah fakta yang tidak bisa dinegasikan, dan karenanya kedudukan setara setiap warga negara dalam hukum, dan terbukanya ruang dialog untuk mencapai konsensus adalah hal yang penting. Perdebatan para tokoh dalam buku ini mencerminkan sebuah kedewasaan berpikir untuk menmbangun sebuah bangsa. Bangunan argumen yang kokoh, kemampuan menyampaikan argumen secara beradab dan bukan dengan kekerasan, komunikasi politik yang santun menunjukkan kedewasaan politik generasi para pendiri bangsa Indonesia. Ingin mendapatkan buku "Pancasila dan Islam" segera hubungi
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
untuk keterangan lebih lanjut.
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 15 August 2008 09:29 |
|
Pemikiran Para Pemimpin Negara tentang Pancasila (Sebuah Bunga Rampai)
Editor : Ika Dewi Ana Singgih Hawibowo Agus Wahyudi
Buku "Pemikiran Para Pemimpin Negara tentang Pancasila, Sebuah Bunga Rampai" ini memuat pemikiran-pemikiran para pemimpin negara, yaitu presiden, para mantan presiden, dan para mantan wakil presiden. Bagaimana Pandangan para tokoh tentang negara? Bagaimana para tokoh memandang Pancasila? Realitas dan keprihatinan semacam apa yang menggelisahkan para tokoh itu? Apa sesungguhnya yang menjadi akar permasalahan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimanakah pemecahan yang mereka tawarkan?
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |